Dialog Seputar Trinitas

November 4, 2009 at 11:05 am 2 comments

DIALOG SEPUTAR TRINITAS

Menapaktilasi Asal-usul Dogma Ketuhanan Kristen
Oleh : H.S. Munir,SKM. MPH.
Navigasi & Konversi ke format html: nono – 2005 –

Kata Pengantar

Pertama-tama, segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Atas taufiq dan hidayahNya sehingga tulisan ini dapat hadir kehadapan para saudaraku Muslim.

Dalam beberapa perjumpaan dan percakapan kami dengan saudara sesama Muslim, terlontar kekhawatiran mereka atas maraknya buku-buku dan selebaran Kristen yang seharusnya khusus untuk mereka, tetapi ternyata banyak yang jatuh baik disengaja maupun tidak sengaja ke tangan saudaraku Muslim.

Buku-buku dan selebaran tersebut dikemas sedemikian rupa dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits keluar dari konteksnya (Armstrong,1992) untuk menunjukkan seakan-akan umat Islam telah sesat dan umat Kristenlah yang benar dan selamat. Buku-buku dan selebaran tersebut kalau hanya dibaca sepintas, atau oleh mereka yang belum memahami sejarah dan ajaran Nabi Isa (Yesus), akan mudah terhanyut oleh arguman mereka.

Sudah tidak terhitung jumlahnya saudara-saudaraku Muslim yang terjebak rayuan tulisan tersebut, ditambah lagi iming-iming dan kemudahan serta fasilitas bagi mereka yang murtad.

Untuk itu dorongan saudara-saudaraku Muslim untuk menanggapi tulisan mereka yang mendis-kreditkan Islam, kami sambut dengan penuh rasa tanggung jawab. Semoga Allah SWT. Selalu membimbing hambanya yang senantiasa berupaya mengungkapkan fakta-fakta sejarah maupun hasil penelitian para pakar internasional.

Salah satu buku yang saya tanggapi dalam tulisan ini adalah “Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal yang Esa”. Buku ini merupakan kumpulan tulisan Hamran Ambrie yang diterbitkan oleh Christian Center Nehemia Jakarta.

Berikut ini kami perlihatkan beberapa pernyataan Hamran Ambrie yang mengaitkan tulisannya dengan ajaran Islam maupun umat Islam.

1. Umat Islam apriori menolak paham Kristen.

2. Kesulitan bagi saudara-saudara kita golongan Islam untuk memahami ajaran Kristen mengenai hubungan Allah dan Yesus.

3. Firman itu tidak lagi disampaikan kepada Yesus berupa wahyu.

4. Yesus adalah Allah yang nampak. Kalimat ini pasti mengagetkan perasan golongan Islam.

5. Kesulitan pihak golongan Islam memahami hubungan Allah dengan Yesus.

6. Orang Kristen menjadikan Yesus dan Ibunya menjadi ilah (tuhan) disamping Allah adalah tidak benar. Ajaran Kristen tidak mengajarkan demikian.

7. Surat al-Jin : 3 digunakan oleh ulama Islam untuk menentang pengakuan orang-orang Kristen mengenai Yesus sebagai Anak Allah.

8. Penyebab utama saudara-saudara Muslim tidak menerima Yesus sebagai Tuhan dan anak Allah disebabkab salahnya pengertian dan tidak pernah mempelajari secara wajar dan tuntas menurut Alkitab.

9. Di peringkat Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat inilah yang menjadi sandungan utama bagi setiap Muslim untuk menerima Yesus jadi panutan mereka.

10. Jelas dasar pengertian mereka (Muslim) memang salah, tidak berdasarkan kebenaran yang wajar, tidak ditunjang oleh Alkitab.

11. Karena itu penyebuatan “Muhammad Utusan Allah”, sudah tidak relevan lagi, karena Yesus adalah nabi terakhir sudah menjadi batasan yang tidak boleh dilampaui lagi.

Kalau saudara-saudara Muslim tidak bereaksi untuk meluruskan pernyataan­pernyataan ini, akan mudah menjadikan dalih bahwa mereka adalah benar.

Untuk itulah buku ini kami tulis dalam bentuk tanya jawab untuk memudahkan umat Islam memahami fakta-fakta sejarah dari hasil penelitian para pakar Alkitab dan sejarawan Internasional yang terangkum didalamnya.

Buku ini tidak akan mungkin sampai ketangan saudaraku Muslim tanpa dukungan, baik moril maupun materiil dari berbagai pihak.

Penulis ingin menyatakan utang budi yang tak terhingga kepada para sejarawan, pakar Alkitab dan tokoh Kristen Internasional yang dengan jujur, berani mengungkapkan kebenaran walaupun kenyataan pahit harus mereka hadapi.

Penulis juga ingin menyatakan rasa hormat terutama kepada Uskup Agung Prof. Jenkins, Pemimpin Gereja tertinggi keempat di inggris, yang tidak takut kehilangan jabatan dengan menyatakan bahwa Kebangkitan Yesus dari kubur sesungguhnya tidak pernah terjadi; John Allegro, anggota tim penerjemah Naskah Laut Mati, yang dipecat karena mengumumkan naskah yang dianggap rawan dan dapat menggoncangkan keimanan umat Kristen; Rev. Dr. Charles Francis Potter, yang membuktikan dari Naskah Laut Mati bahwa Roh Kudus sebagai oknum yang disembah, tidak dikenal di zaman Yesus; Dr. Robert W. Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru dari Universitas Harvard bersama 74 pakar Alkitab lainnya yang dihujat umat Kristen Amerika dan dunia karena membuktikan bahwa hanya 18 persen ucapan Yesus dalam Alkitab yang diangap asli; Dr. Barbara Thierings Guru Besar Universitas Sydney Australia yang dihujat umat Kristen Australia karena dari hasil penelitiannya selama 20 tahun terhadap Naskah Laut Mati, menemukan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib; Prof. David Friedrich Strauss, yang dipecat seumur hidup sebagai guru besar agama Kristen, karena mengatakan bahwa Injil dalam Alkitab adalah campuran antara fakta, dongeng dan khayalan, dan masih ribuan lainnya yang tidak sempat disebutkan nama meraka satu-persatu, yang ikhlas dipecat atau dihujat umatnya hanya karena mengemukakan kenyataan yang bertentangan dengan keimanan Kristen.

Penulis yakin, tulisan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan sumbangan pikiran dan saran serta kritikan yang mengarah kepada kesempurnaan tulisan ini.

Semoga tulisan ini akan bermanfaat bagi saudarku Muslim, walaupun hanya berupa setitik embun di tengah kehausan umat akan ilmu dan informasi yang benar.

Penulis.

——————————————————————————–

CATATAN PENULIS

1. Dalam buku ini penulis menyebut Yesus yang artinya sama dengan Nabi Isa AS. Ini dimaksudkan untuk menghindari kesan seakan-akan kedua istilah tersebut berbeda.

2. Pengertian kata Tuhan dalam tulisan ini adalah pencipta, penguasa, dan pemelihara alam semesta sebagaimana yang di pahami umat Islam. Pengertian kata Tuhan dalam Alkitab maupun Gereja disesuaiakan dengan apa yang dimaksud dalam ayat Alkitab tersebut.

3. Pengertian kata Gereja dalam tulisan ini adalah Otoritas Kristen yang berhak mengeluarkan pernyataan.

4. Dalam mengutip pendapat para tokoh Kristen, pakar Alkitab maupun sejarawan internasional, penulis menganut metoda terjemahan Al­Qur’an dengan mencantumkan pernyataan yang di kutip dalam bahasa inggris untuk menjaga keasliannya, kemudian disusul dengan terjemahan kedalam bahasa Indonesia oleh penulis. Oleh karena itu kalau kemampuan penulis dirasakan terbatas dalam menerjemahkan pernyataan mereka, pembaca yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih luas dapat memberikan saran perbaikan terjemahannya.

5. Al-Qur’an berbahasa Indonesia yang digunakan dalam tulis adalah Al­Qur’an dan Terjemahnya, terbitan Mujamma’ Khadim al-Haramain al­Mushaf asy-Syarif, Madinah Almunawwarah. Dalam tulisan ini ada kalanya penulis menggunakan kata Kristus untuk Almasih yang artinya sama saja.

6. Sedangkan Alkitab berbahasa Indonesia yang digunakan dalam tulisan ini adalah Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia,Jakarta,1994.

Download disini

Entry filed under: e-book, Kristologi. Tags: , , , , .

Kumpulan Dialog Islam-Kristen Injil Didache

2 Comments Add your own

  • 1. the dawn  |  December 12, 2009 at 11:44 am

    Kata Elohim adalah bentuk jamak dari kata El yang secara harafiah berarti “ilah-ilah” (dalam bahasa Indonesia: allah, ‘a’ kecil) (Kel 20 : 3), namun dalam penggunaannya untuk mengacu pada Allah Israel sebagai Yang Maha Kuasa, kata Elohim tidak berarti “ilah-ilah”(dalam bahasa Indonesia: Allah, ‘A’ besar).

    Kejadian 1 : 1 Pada mulanya Allah ( Elohim) menciptakan langit dan bumi.

    Kata Elohim bersifat tunggal yang dikarenakan bentuk kata kerja, kata sifat dan kata ganti yang mengikuti kata Elohim bersifat tunggal juga, disamping itu kata Elohim juga bersifat jamak, hal ini dikarenakan dalam bahasa Ibrani akhiran –im menyatakan sifat kemajemukan (jamak). Mengingat Hashalush HaKadosh ( Trinitas ) jadi kata Elohim dapat menyatakan sifat kemajemukan dalam Ketuhanan. Trinitas adalah doktrin Kristen mengenai ketritunggalan Allah, Allah yang Esa dinyatakan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus, kesemuanya adalah Allah tetapi setiap oknum dibedakan tersendiri. Nama Elohim muncul 2.570 kali di dalam Tanak.

    Ketika Allah menciptakan manusia Ia berfirman ” Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar (tselem) dan rupa (dmut) Kita….”(Kejadian 1 : 26). Allah yang Esa menggunakan kata “Kita” untuk mewakili diri-Nya sendiri, hal ini terlihat jelas dalam Kejadian 3: 22, “Berfirmanlah TUHAN Allah: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat…”. Dalam doa Yesus kepada Bapa untuk murid-murid-Nya, Yesus berkata “….supaya mereka (murid-murid) menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu ” (Yohanes 17 : 2), dalam doa tersebut Yesus menyatakan diri-Nya dan Bapa adalah satu dan dalam Yohanes 4 : 24 Yesus mengatakan bahwa Allah itu Roh (‘R’ besar), dan rasul Paulus mengatakan “….Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat dalam diri Allah selain Roh Allah (Roh Kudus). Melalui pernyataan-pernyataan firman tersebut kita dapat memahami bahwa Allah yang Esa memiliki tiga Pribadi yaitu Bapa, Anak (Yesus Kristus), Roh Kudus.

    Manusia diciptakan Allah menurut gambar dan rupa-Nya, jadi secara tidak langsung manusia juga memiliki gambaran seperti Allah, rasul Paulus mengatakan “….semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita”(1 Tesalonika 5:23) Jadi Allah yang esa adalah Bapa, Anak dan Roh Kudus sedangkan manusia adalah roh ( ‘r’ kecil ), jiwa dan tubuh, hal ini tidaklah mengherankan karena pada mulanya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej 1 : 26). Manusia tanpa roh adalah mati, manusia tanpa tubuh adalah mati, manusia tanpa jiwa secara tidak langsung dapat juga dikatakan mati.

    Trinitas adalah doktrin (pengajaran) Kristen mengenai ketirtunggalan Allah. Kata ‘trinitas’ memang tidak ada (disebutkan secara eksplisit) dalam Perjanjian Baru, namun kita dapat memahami istilah trinitas ini dengan sangat jelas sekali pada peristiwa pembabtisan Yesus di sungai Yordan (Mrk.1: 9-11), hubungan Yesus dengan Allah Bapa dan Roh Kudus (Yoh.14: 7-10 dan Yoh.16: 13-14) dan perintah terakhir Yesus (Mat.28: 19). Konsep trinitas ini akhirnya dirumuskan pada Konsili Nicea tahun 325 M. Kita jangan salah mengerti, Allah lah yang telah menyingkapkan jati diri-Nya kepada umat-Nya yang pada akhirnya dibentuk konsep trinitas oleh bapa-bapa gereja mula-mula, bukannya konsep trinitas yang menjadikan Allah yang seolah-olah sesuai dengan konsep itu. Allah yang Esa dinyatakan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus, kesemuanya adalah Allah tetapi setiap oknum dibedakan tersendiri.

    Allah bersifat jamak, tetapi Ia juga bersifat tunggal (satu). Kata Ibrani untuk ‘satu’ yang digunakan di sini dan berlaku bagi Allah adalah echad. Kata ini menunjukan kesatuan dengan elemen-elemen komponen. Dalam Kejadian 2: 24 , kata yang sama, echad, digunakan lagi: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu [echad] daging.” Kata ‘echad’ yang digunakan disini bukanlah kata untuk kesatuan yang mutlak tidak dapat dibagi, yaitu yachid. Kata Ibrani yang digunakan dalam ayat ini, echad, berlaku bagi pernikahan. Ini menggambarkan suatu kesatuan yang terdiri dari dua pribadi yang berbeda dipersatukan. Namun, dalam pemwahyuan Allah yang alkitabiah, bukan dua, melainkan tiga Pribadi yang disatukan untuk menghasilkan kesatuan (Esa), yaitu kesatuan di mana juga ada kemajemukan.

    Jadi, orang Kristen menyembah Tuhan yang Esa (monoteisme) bukan banyak tuhan (politeisme) dan pernikahan Kristen adalah pernikahan monogami bukan poligami. Pada masa jemaat mula-mula, orang-orang Yahudi menuduh kalau orang Kristen telah meninggalkan monoteisme karena menyembah Yesus dan agaknya pemikiran yang sangat keliru ini tampaknya juga melekat pada orang-orang Muslim.

    Reply
  • 2. Walit Elu  |  December 20, 2009 at 2:50 pm

    Salah satu agama wahyu adalah agama Kristen, sudah lebih dari 2000 tahun eksis, bandingkan dengan ajaran komunis, culup 70 tahun runtuh. Maka Kitab suci / bibel / injil benar adanya. Dan mengapa orang Islam benci dengan Alkitab, karena di Alquran Yesus atau Isa al masih disebut-sebut namanya. sedangkan di Al Kitab nabi Muhammad tidak disebut-sebut, makanya mereka marah besar sepanjang segala abad.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

Archives

Categories

November 2009
M T W T F S S
« Sep   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 50,659 hits

%d bloggers like this: